KKN PPM UGM Peroiode Antar Semeseter 2014 (Part 1)
# Posting Perdana #
Kali ini saya ingin membahas seputar KKN, khususnya KKN di
Universitas Gadjah Mada. Kalo istilahnya di UGM namanya KKN PPM UGM. Kepanjangannya
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada
(hadeh…, saya mesti liat kaos KKN dulu biar inget kepanjangannya, hehe). Berdasarkan
info yang saya ketahui UGM telah mengalokasikan waktu KKN di setiap antar semester Ganjil dan tiap semester Genap. Dan kebetulan saya
mengikuti periode antar semester genap 2014.
(Kaos KKN UGM terbaru 2014)
Kebetulan karena saya-nya yang malas mikirin KKN jadi saya nggak ingin repot-repot ngurusnya.
Prinsipnya -slow wae, ora sah ngoyo, ora sah kesusu- pasti akan sampai pada
waktunya. Dan setelah melakukan pembayaran, penyuluhan dan tes kesehatan, saya
dipilihin UGM untuk KKN di Sleman tepatnya di unit SLM25.
Ketika tahu kalo temanya tentang “Kesehatan Ternak Kambing
dan Agroforestry” terbesit dalam hati saya “ Yes, liburan karo angon wedhus” .Akhirnya
bertemulah kami teman-teman satu unit di FTP bersama pak DPL (Pak Sarmin) untuk
pertama kalinya. Kesan pertama yang terbesit ketika bertemu mereka, wah ketoke
iki agak-agak gimana gitu (ga enak maksudnya), pikir saya
dalam hati. Namun saya kembali bergumam dalam hati, wis rapopo paling semua
akan indah pada waktunya.
Pada forum tersebut terbentuklah suatu kelompok yang lebih
kecil yaitu subunit yang nantinya akan di tempatkan di dusun-dusun. Waktu itu
di subunit saya dihuni oleh teman-teman dari Jurusan Kedokteran Hewan, Ilmu
Keperawatan, Hukum, Sastra Arab , Teknik Elektro dan saya sendiri dari Teknik
Kimia. Dari pertemuan pertama inilah
kami memulai semuanya baik itu persiapan-persiapan, rapat-rapat, nyari tambahan
uang untuk danus, survey dusun, dll….
Inilah lokasi HUNTAP GONDANG 2 (tempat saya dan teman-teman
KKN)
Lokasi tepatnya : Dusun HUNTAP GONDANG 2 “Ngepringan” Desa
Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Provinsi DIY.
Jadi ceritanya dusun Huntap Gondang 2 ini merupakan dusun
baru yang dibuat pemerintah akibat erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Jadi , sobat
muda semua warga di sini dulunya adalah korban erupsi Merapi atau yang lebih
dikenal dengan wedhus gembelnya waktu itu.Nah, atas bantuan dari pemerintah satu
per satu warga di sini memperoleh bantuan rumah baru untuk mengganti rumah
mereka yang dulu terkena erupsi. Rumahnya bagus-bagus lho, dulu waktu pertama
kali survey ke sini malah saya berfikir, lha rumah bagus-bagus kayak gini opo
meh sing di bagi pas KKN. Itulah sedikit ganjalan-ganjalan waktu itu, sampai
akhirnya kami bersosialisasi di sana dan ternyata…
Kebanyakan warga di sini bermata pencaharian sebagai
penambang pasir (nggak yang tua, ibu-ibu, mas-mas bahkan simbah-simbah juga ada
saudara-saudara) miris juga sebenarnya. Dari hasil wawancara dengan pak Takmir
Masjid hal itu karena masyarakat di sana sudah terbiasa menerima bantuan dan
ingin memperoleh sesuatu dengan cara yang “ instan”. Maksudanya menambang pasir
itu enak, kan kalo udah dapet pasir hasil ngeruk di kali Gendol bisa langsung
di jual ke mas-mas yang bawa truk pasir. Perlu kita ketahui bahwa di dusun
tempat saya KKN ini biasa berlalu lalang puluhan truk dalam satu hari (hanya
sekedar untuk menambang pasir). Walaupun sebagian masyarakatnya bekerja sebagai
penambang pasir, sebagian kecil warga di sini juga ada nih yang bekerja sebagai
peternak kambing sebut saja contohnya Pak Marno, bapaknya mbak Nisa beternak
sapi, bapaknya mbak Vivi buka bengkel sepeda motor dan terakhir Pak Yoto
sebagai pengrajin kayu. Sebenarnya ini hanya sebagian saja, sengaja saya tulis
namanya semoga kalo pas diberi kemudahan ke dusun ini lagi saya masih ingat
nama-namanya.
Oleh karena itu, kami ditugaskan oleh pak DPL aka pak Min
untuk membuat suatu “perubahan kecil” untuk dusun ini, meskipun saya
nganggapnya liburan setela kuliah sih. Saya waktu di akhir-akhir semester genap
pamer ke teman-teman saya, “Wah iki aku bakal KKN karo angon wedhus ki” (Wah,
saya bakalan KKN sambil mengembalakan kambing nih). Tapi at the end of KKN saya jadi mikir gini, “oh, ternyata KKN-ku udah
mau selesai to, oh ternyata baru sedikit yang bisa aku bagikan, belajar dan bersosialisasi dengan mereka… (ini saya serius
teman-teman, karena terjun ke masyarakat itu benar-benar mengasyikan). Jikalau
bisa memanfaatkan waktu dengan baik, sebenernya banyak hal bisa kita bagikan
kepada mereka dan kita bisa belajar dari mereka, iya belajar. Karena belajar
tentang real life itu sungguh-sungguh
menarik, bahkan kampus pun mungkin tidak bisa memberikan ilmu/ pendidikan itu
kepada mahasiswanya.
Ini baru part pertama KKN, sekedar untuk mengawali blog baru
dan tulisan-tulisan saya selanjutnya insyaAllah akan dimulai dari sini, dari
titik ini, dan dari titik bernama KKN.



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact