Kamis, 11 September 2014 0 komentar
KKN PPM UGM Peroiode Antar Semeseter 2014 (Part 1)

# Posting Perdana #

Kali ini saya ingin membahas seputar KKN, khususnya KKN di Universitas Gadjah Mada. Kalo istilahnya di UGM namanya KKN PPM UGM. Kepanjangannya Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (hadeh…, saya mesti liat kaos KKN dulu biar inget kepanjangannya, hehe). Berdasarkan info yang saya ketahui UGM telah mengalokasikan waktu KKN di setiap  antar semester Ganjil dan  tiap semester Genap. Dan kebetulan saya mengikuti periode antar semester genap 2014.



(Kaos KKN UGM terbaru 2014)

Kebetulan karena saya-nya yang malas mikirin KKN  jadi saya nggak ingin repot-repot ngurusnya. Prinsipnya -slow wae, ora sah ngoyo, ora sah kesusu- pasti akan sampai pada waktunya. Dan setelah melakukan pembayaran, penyuluhan dan tes kesehatan, saya dipilihin UGM untuk KKN di Sleman tepatnya di unit SLM25.

Ketika tahu kalo temanya tentang “Kesehatan Ternak Kambing dan Agroforestry” terbesit dalam hati saya “ Yes, liburan karo angon wedhus” .Akhirnya bertemulah kami teman-teman satu unit di FTP bersama pak DPL (Pak Sarmin) untuk pertama kalinya. Kesan pertama yang terbesit ketika bertemu mereka, wah ketoke iki  agak-agak  gimana gitu (ga enak maksudnya), pikir saya dalam hati. Namun saya kembali bergumam dalam hati, wis rapopo paling semua akan indah pada waktunya.
Pada forum tersebut terbentuklah suatu kelompok yang lebih kecil yaitu subunit yang nantinya akan di tempatkan di dusun-dusun. Waktu itu di subunit saya dihuni oleh teman-teman dari Jurusan Kedokteran Hewan, Ilmu Keperawatan, Hukum, Sastra Arab , Teknik Elektro dan saya sendiri dari Teknik Kimia.  Dari pertemuan pertama inilah kami memulai semuanya baik itu persiapan-persiapan, rapat-rapat, nyari tambahan uang untuk danus, survey dusun, dll….

Inilah lokasi HUNTAP GONDANG 2 (tempat saya dan teman-teman KKN)



Lokasi tepatnya : Dusun HUNTAP GONDANG 2 “Ngepringan” Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Provinsi DIY.

Jadi ceritanya dusun Huntap Gondang 2 ini merupakan dusun baru yang dibuat pemerintah akibat erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Jadi , sobat muda semua warga di sini dulunya adalah korban erupsi Merapi atau yang lebih dikenal dengan wedhus gembelnya waktu itu.Nah, atas bantuan dari pemerintah satu per satu warga di sini memperoleh bantuan rumah baru untuk mengganti rumah mereka yang dulu terkena erupsi. Rumahnya bagus-bagus lho, dulu waktu pertama kali survey ke sini malah saya berfikir, lha rumah bagus-bagus kayak gini opo meh sing di bagi pas KKN. Itulah sedikit ganjalan-ganjalan waktu itu, sampai akhirnya kami bersosialisasi di sana dan ternyata…

Kebanyakan warga di sini bermata pencaharian sebagai penambang pasir (nggak yang tua, ibu-ibu, mas-mas bahkan simbah-simbah juga ada saudara-saudara) miris juga sebenarnya. Dari hasil wawancara dengan pak Takmir Masjid hal itu karena masyarakat di sana sudah terbiasa menerima bantuan dan ingin memperoleh sesuatu dengan cara yang “ instan”. Maksudanya menambang pasir itu enak, kan kalo udah dapet pasir hasil ngeruk di kali Gendol bisa langsung di jual ke mas-mas yang bawa truk pasir. Perlu kita ketahui bahwa di dusun tempat saya KKN ini biasa berlalu lalang puluhan truk dalam satu hari (hanya sekedar untuk menambang pasir). Walaupun sebagian masyarakatnya bekerja sebagai penambang pasir, sebagian kecil warga di sini juga ada nih yang bekerja sebagai peternak kambing sebut saja contohnya Pak Marno, bapaknya mbak Nisa beternak sapi, bapaknya mbak Vivi buka bengkel sepeda motor dan terakhir Pak Yoto sebagai pengrajin kayu. Sebenarnya ini hanya sebagian saja, sengaja saya tulis namanya semoga kalo pas diberi kemudahan ke dusun ini lagi saya masih ingat nama-namanya.



Oleh karena itu, kami ditugaskan oleh pak DPL aka pak Min untuk membuat suatu “perubahan kecil” untuk dusun ini, meskipun saya nganggapnya liburan setela kuliah sih. Saya waktu di akhir-akhir semester genap pamer ke teman-teman saya, “Wah iki aku bakal KKN karo angon wedhus ki” (Wah, saya bakalan KKN sambil mengembalakan kambing nih). Tapi at the end of KKN saya jadi mikir gini, “oh, ternyata KKN-ku udah mau selesai to, oh ternyata baru sedikit yang bisa aku bagikan, belajar dan  bersosialisasi dengan mereka… (ini saya serius teman-teman, karena terjun ke masyarakat itu benar-benar mengasyikan). Jikalau bisa memanfaatkan waktu dengan baik, sebenernya banyak hal bisa kita bagikan kepada mereka dan kita bisa belajar dari mereka, iya belajar. Karena belajar tentang real life itu sungguh-sungguh menarik, bahkan kampus pun mungkin tidak bisa memberikan ilmu/ pendidikan itu kepada mahasiswanya.

Ini baru part pertama KKN, sekedar untuk mengawali blog baru dan tulisan-tulisan saya selanjutnya insyaAllah akan dimulai dari sini, dari titik ini, dan dari titik bernama KKN.



 
;